Keracun akibat sering sekali stalk akun Just Miss di Instagram, tepat setelah melihat swatches dari warna-warna lipstick pencil mereka yang menjadi best seller kuputuskan untuk membeli dua warna baru lagi. Sebelumnya aku memang memiliki beberapa lipstick Just miss, pencil raut, lipstick putar biasa dan sampai ke lip cream mereka. Sayangnya lippen dalam bentuk pensil raut yang dulu pernah aku beli mempunyai warna aneh yang tidak masuk sama sekali dengan kulit wajahku yang medium. Untungnya setelah lebih berpengalaman memilih lipstik, aku memutuskan untuk membeli lagi warna best seller mereka yang J-1 dan J-39.
Bicara tentang lipstik memang gak ada matinya ya, apalagi semenjak brand-brand lokal mulai meracik formula lipstik dalam bentuk cair yang memang dua tahun belakangan sangat happening di dunia makeup bahkan sampai sekarang. Sariayu, Beauty Story, Polka, hingga yang belakangan mengeluarkan produk liquid lipstik mereka yaitu, Just Miss, si brand yang memiliki slogan pencetus makeup affordable di Indonesia. Aku memang agak pilih-pilih kalau tentang liquid lipstick, karena aku itu pencinta liquid lipstick hasil matte dan transfer proof gila. Nah, sayangnya beberapa liquid lipstik dari brand Indonesia yang direview oleh banyak youtuber pada umumnya mempunyai hasil akhir yang tidak fully matte dan setelah mencoba Sariayu Duo Lip Cream yang pernah ku review di sini, aku menjadi agak skeptis untuk mencoba liquid lipstik buatan lokal lainnya. Dan ternyata aku salah besar! Nyatanya formula brand-brand lain sudah nyaris menyerupai liquid lipstick buatan luar sana yang harganya bisa dua hingga tiga kali lipat lebih dan salah satunya adalah si Just Miss ini.
Akhirnya aku bisa nulis postingan review perdanaku di blog ini, yay! Review kosmetik memang merupakan salah satu tujuanku merombak blog yang sudah bertahun lamanya ku abaikan, selama aku kuliah aku memang gak begitu peduli dengan penampilan boro-boro bicara masalah make-up dan mau ngebikin blog khusus untuk review ini-itu. Haha, that was nearly impossible to happen... Oh iya, aku juga bakal nulis dalam Bahasa Indonesia kalau buat review biar enak gitu jatohnya gak kaku-kaku gimana gitu. Oke, karena aku punya kecenderungan bikin intro yang super panjang mending kita langsung masuk ke pembahasan utama dan isi dari postingan ini.