LUSH Mask of Magnaminty Review

By Dyni Mela Zingiberni - 11:15 AM




Asslamualaykum ^^

Aku benar-benar candu dengan begitu banyak skincare saat ini dan dengan hobi dari ketika masih duduk di bangku SMP adalah bermasker ria, tentunya masker adalah step perawatan wajah yang paling aku gemari. Nah, berhubung LUSH Masker Magnaminty lagi digandrungi banyak orang saat ini, aku juga tidak ingin melewatkan kesempatan untuk mencoba. 


     



Sedikit cerita, aku dulu ketika masih remaja saking gemarnya menggunakan masker, aku sampai membuat masker from scratch alias yang jaman sekarang dikenal dengan DIY. Awalnya langsung menggunakan masker dari buah dan sayur yang sudah dihaluskan yang membutuhkan banyak waktu sebelum menggunakannya. Akhirnya aku punya ide untuk menghaluskan bahan dasar, memeras airnya, lalu dikeringkan di bawah terik matahari hingga menjadi tepung. Hal ini kulakukan agar ketika aku ingin maskeran, tinggal mengambil bubuk tadi dan mencampurnya dengan air mawar.

Balik lagi ke review, LUSH ini sebenarnya adalah merek asal UK yang sudah terkenal dengan produk-produk mereka yang handmade dan juga segar.  Namun masker Magnaminty yang aku beli ini berasal dari pabrik mereka yang di Jepang. Ingin tahu bagaimana performa si masker yang sangat hyped ini? Ingin tahu apakah Mask of Magnaminty ini bagus atau tidak? Yuk baca ulasan di bawah~

Deskripsi

This tingly, minty face and body mask was formulated to be intensely cleansing but never harsh or abrasive. Kaolin clay and peppermint oil rid your pores of debris, giving you a delightfully tingly clean sensation. We add loads of ground aduki beans to exfoliate flaky or dry skin, vanilla absolute to calm redness and honey to soothe and moisturize.
How to use: Smooth mask all over your skin. Leave on for 15 minutes then rinse off with warm water, massaging as you go.

Si Magnaminty ini adalah masker dengan bahan dasar Kaolin clay atau tanah liat Kaolin yang diformulasikan untuk membersihkan wajah dan juga badan. Ya, saudara-saudara, masker ini juga diperuntukkan pada badan kalian. Minyak peppermint juga menjadi bahan yang terdapat di dalam masker sehingga di namanya ada embel-embel mint-nya; bahan ini jugalah yang membuat si masker mempunyai efek dingin ketika digunakan nanti. 

Hancuran dari kacang Aduki adalah bulir-bulir yang nantinya bersifat exfoliator dari masker ini, selain itu madu juga menjadi bahan dasar si masker untuk membantu melembabkan wajah dan juga bersifat menenangkan. Kandungan vanila juga dapat menenangkan kemerahan yang ada di wajah. Kalau dari penjelasannya, si minyak peppermint tadi juga dapat membersihkan hingga ke pori-pori.

Lengkap sekali bukan khasiat masker ini? Mulai dari membersihkan hingga ke pori-pori, menenangkan, melembabkan kulit, sebagai exfoliator untuk membersihkan sel kulit mati, hingga menghilangkan kemerahan. Bagaimana nanti hasilnya akan kita lihat bersama-sama ya.

Packaging
Agak sedikit kecewa juga dengan kemasan si masker yang datang 'telanjang', aku ini memang agak mainstream dan suka dengan packaging lucu sehingga pas si masker datang dan hanya dibungkus dengan bubble wrap yang dipaketkan oleh si online shop... I can't help but feel a little bit disappointed. Produknya ini berada dalam jar dan tidak ada pelindung lain, kertas karton atau bahkan plastik pelindung si masker sehingga kita benar-benar yakin it's never been opened before.

     


Namun di sisi baiknya, berarti brand LUSH ini secara langsung mengurangi limbah plastik di dunia so I guess it's a good thing? 

Tutup dari masker ini mudah dibuka dan cukup erat. Sementara di bagian badan jar sendiri terdapat tulisan-tulisan dalam Bahasa Jepang sehingga aku agak bingung juga untuk membacanya seperti apa. Tidak terdapat petunjuk kapan kadaluarsa sama sekali, tanggal produksi, hingga lama waktu pakai seperti di produk kecantikan pada umumnya. Jadi kita benar-benar harus googling sendiri mengenai masker ini; jika kalian dapatnya jar produksi Jepang.




Hal lain yang selalu menjadi masalah untuk produk dengan kemasan jar seperti ini adalah tidak disediakannya spatula, untuk beberapa orang mungkin mereka langsung mengambil masker dengan jarinya tetapi karena aku agak resah dengan perpindahan bakteri dan sebagainya... aku lebih menyukai jika ada spatula karena jari kita mempunyai banyak virus dan bakteri.

Lucunya masker ini adalah adanya stiker seperti wajah kartun perempuan yang ternyata menandakan siapa pembuat dan juga sampai kapan bagusnya produknya dipakai, namun karena tulisannya dalam bahasa Jepang semua di jar aku ini makanya aku tidak langsung tahu. Harus searching dulu di beberapa review blogger lain untuk paham maksud stiker itu apa.

Formula
Masker ini termasuk masker clay namun teksturnya agak berbeda dengan clay mask biasanya; terdapat bulir-bulir di dalam masker dan juga maskernya sendiri yang tidak terlalu padat ketika diaplikasikan di wajah. Mungkin karena adanya si bulir-bulir tadi.

Warna masker ini adalah hijau dan akan terasa dingin, dan juga sensasi menyengat di wajah ketika dipakai. Aku tidak bermasalah dengan sensasi ini tetapi untuk beberapa orang dengan kulit sensitif mungkin nylekit-nya itu harus diperhatikan. Sedangkan untuk aroma tidak terlalu menyengat, tidak terlalu kentara kecuali kalian benar-benar menghirup langsung dari masker itu sendiri; beberapa berkata baunya seperti es krim cokelat mint namun aku justru tidak merasakannya. Menurutku baunya ini lebih ke mint dan juga aroma herbal.



Ketika mengering, masker ini akan berubah kaku namun tidak membuat wajahmu menjadi tegang dan ketarik seperti masker charcoal dan clay kebanyakan. Jika dibandingkan dengan Super Volcanic Pore Clay Mask Innisfree, masker ini terasa sedikiiiit sekali lebih tidak menarik wajah. Walau si Innisfree juga nyaman ketika mengering.

     


Performa

Seperti yang sudah kusebut sebelumnya, awal diaplikasikan akan ada sensasi dingin yang menyenangkan walau juga ada sensasi menyengat seperti digigit semut yang kurang aku sukai namun tidak terlalu menjadi masalah bagiku. Pengalamanku dengan clay mask Himalayan yang mengklaim bahwa bahan-bahan mereka adalah alami juga sama persis, maskernya terasa menyengat di kulit, jadi menurutku jika bahan-bahan yang digunakan sama-sama alami maka wajar sekali jika terjadi hal seperti itu.

Aku membiarkannya lebih dari 15 menit; yes, I know I am a rebel, jelas-jelas di petunjuk pemakaian dikatakan hanya 15 menit namun aku justru membiarkan sampai maskernya kering di wajah. Agaknya si masker mengering 25 - 30 menit di kulitku dan ketika dibasuh, aku juga akan menggunakan air dingin biasa karena wajahku yang sensitif dengan air hangat.

Nah, keberadaan si bulir-bulir kacang Aduki itu bisa berperan sebagai scrub ketika dibasuh nantinya dengan air. Diusap dengan gerakan memutar, si kacang tersebut akan melakukan exfoliasi di wajah kalian.

Looking extra funny 👀


What I feel after using this?

Setelah pemakaian pertama, sebenarnya aku tidak merasakan apa-apa selain saat dipakai maskernya enak. Selain itu si Magnaminty juga tidak menyebabkan kulit kesat alias kelembaban alami kulit masih ada. Namun tidak memberikan kelembaban lebih ke wajah. Terasa bersih, benar, namun aku lebih suka hasil bersihnya si Super Volcanic dibandingkan LUSH ini.

Setelah satu minggu pemakaian, aku dapat merasakan adanya reaksi tidak baik di kulit wajahku yang sepertinya tidak terlalu suka dengan si masker :( sayang sekali, padahal ini enak banget dipakai di wajah. Beberapa bakal jerawat bermunculan setelah aku pakai masker ini dan itu sebelumnya tidak pernah terjadi dengan masker clay lain. I know it's probably purging tapi tetap saja tidak enak dilihat.

Tapi ingat ya, skincare itu cocok-cocokan dan belum tentu jika reaksinya jelek di aku maka akan jelek juga di wajah kalian. Aku beli bareng teman dan dia cocok dengan masker ini, jerawatnya jadi lebih kempes dan menenangkan kulitnya yang acne prone.

What I like from this mask
❤ Sensasi dingin ketika dipakai
❤ Bahan-bahan alami dan segar
❤ Tidak ada rasa wajah seperti ditarik saat masker kering
❤ Super enak banget jika maskernya didiamkan di kulkas sebelum dipakai

What I don't like from this :(
💔 Tidak ada spatula
💔 Harga yang tergolong cukup mahal untuk 125 g produknya Rp. 235.000
💔 Masih ada paraben untuk produk yang katanya alami
💔 Kadaluarsa yang cepat yaitu empat bulan setelah produk dibuka
💔 Ada muncul jerawat setelah memakai masker ini (purging)

Do I recommend this?
Umm, maybe no untuk kalian dengan wajah yang tidak terlalu berjerawat karena masker ini bagus untuk mengeringkan jerawat dan juga bruntusan. Takutnya kalian justru dapat masalah yang sama sepertiku, namun tidak ada salahnya mencoba membeli share jar-nya dulu. Jika kalian berjerawat mungkin masker ini akan sangat cocok untuk kalian. Efek lainnya tidak ada, mencerahkan? Tidak. Melembabkan? Tidak juga. Menenangkan? Nope.

Will I repurchase this?
No. Aku ingin mencari masker lain dan lebih tertarik untuk mencoba Freeman dan honestly aku tidak merasakan efek yang wow dari masker ini.

See you in my next post!

Bye-bye~

  • Share:

You Might Also Like

4 comments

  1. Samaaa, aku juga paling seneng maskeran dr jaman SMP hha. padahal kala itu belum ngeh pentingnya pk sunblock etc. Anyway, ini masker superhits ya. Duh kalau diturutin kayanya aku bisa2 mesti ngabisin masker dgn dimakan saking seringnya pengen beli. Jadi tahan-tahan haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha iya, maskeran itu enak bangettt :D makanya sekarang paling doyan itu emang beli masker gara2 ribet sekarang kalo bikin sendiri :( gak ada waktu. Iya si super hits ini, enak bgt sih ini masker sayang aja di aku justru bikin jerawat :( coba beli yang sharenya dulu ajaa soalnya lebih murah dan kalo gak cocok jd gak sia2 hehe

      Delete
  2. Kalau di saya untungnya cocok dan justru menghilangkan jerawat. Ternyata skincare memang cocok-cocokkan ya Mba, padahal masker ini banyak yang rave di kalayangan beauty guru. Nice review anyways!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mba, kayaknya aku emang kruang cocok dengan produk US/Europe dan lebih cocok ke produk asia haha mkasih udah review~

      Delete